Iklan Dalam Artikel

Bahasa Pemrograman PLC

Bahasa Pemrograman PLC
Bahasa merupakan hal yang sangat penting, baik bagi manusia maupun bagi mesin. Tanpa bahasa, kita akan kebingungan untuk mengartikan maksud yang disampaikan. Bahasa pada manusia juga beragam jenisnya mulai dari bahasa Inggris, bahasa Jerman, bahasa Jepang, bahasa Melayu,dll. Hal ini juga sama seperti pada PLC, PLC memiliki berbagai bahasa yang dapat diterapkan. Bahasa pada pemrograman PLC berfungsi untuk memberikan perintah ke PLC untuk menjalankan perintah sesuai dengan kemauan dari pembuat program.
Sebelum memprogram PLC kalian harus memahami tiga hal, yaitu :
1. Alamat 
Alamat menunjukan lokasi dalam memori PLC yang digunakan
2. Intruksi
Perintah yang harus dilakukan oleh PLC
3. Operand
Nilai yang ditujukan untuk pengalamatan 

Bahasa pemrograman yang biasa digunakan untuk memprogram PLC ada 5 macam, yaitu : Ladder Diagram (LD), Instruction List (IL), Function Block Diagram (FBD), Structur Text (ST), dan Sequential Function Chart (SFC).
1. Ladder Diagram
Ciri dari ladder diagram adalah adanya “Rung” dan dua garis vertikal yang harus dihubungkan dengan relay, memori dan coil digital PLC.  Relay ada dua tipe yaitu Normally Open (NO) dan Normally Close (NC). Memori berfungsi untuk menyimpan logika sementara untuk dapat digunakan kembali jika dibutuhkan ulang. Sedangkan coil digunakan untuk mengaktifkan relay-relay yang akan difungsikan.
Bahasa Pemrograman PLC
2. Instruction List ( Mneumonic )
Kode mneumonic merupakan penjabaran dari ladder diagram. Kode mneumonic dituliskan seperti berikut :

Bahasa Pemrograman PLC
Perbandingan penulisan menggunakan Ladder diagram dan Kode Mneumonic
Instruksi LOAD dan LOAD NOT
Penjelasan : 
LD            = Menunjukan awalan kode dibuka dengan Load / Normally Open
Instruksi  = Menunjukkan perintah yang akan dkendalikan oleh LD
LD NOT  =  Menunjukan awalan kode dibuka dengan Load Not / Normally Close
Instruksi  = menunjukkan perintah yang akan dkendalikan oleh LD NOT

Instruksi AND dan  AND NOT
Bahasa Pemrograman PLC

Penjelasan : 
LD  = Menunjukan awalan kode dibuka dengan Load / Normally Open
AND NOT = Menunjukan seri Normally Close
AND  = Menunjukkan kode seri Normally Open
Instruksi  = menunjukkan perintah yang akan dkendalikan

Instruksi OR dan OR NOT
 Penjelasan :
LD   = Menunjukan awalan kode dibuka dengan Load / Normally Open
OR NOT  = Menunjukan paralel Normally Close
OR   = Menunjukkan paralel Normally Open
Instruksi  = menunjukkan perintah yang akan dkendalikan

Instruksi OUT dan OUT NOT
Bahasa Pemrograman PLC
Penjelasan :
LD  = Menunjukan awalan kode dibuka dengan Load / Normally Open
OUT  = Output yang akan dikendalikan dengan operand 100.00 kondisi Close
LD   = Menunjukan awalan kode baris kedua dibuka dengan Load / Normally Open
OUT NOT = Output yang akan dikendalikan dengan operand 100.01 kondisi Open

Selain Instruksi dasar seperti di atas, terdapat juga instruksi kombinasi seperti berikut :

Kombinasi Instruksi AND dan OR
Bahasa Pemrograman PLC
Instruksi END
Instruksi ini sudah tidak perlu dituliskan pada program, secara otomatis PLC akan memberikan instruksi END pada akhir program. 
Instruksi menggunakan mneumonic menurut penulis, sulit digunakan dan teknisi lebih familiar menggunakan kode ladder untuk memprogram PLC. Karena hampir semua PLC dapat dipasangi dengan kode Ladder.

BACA JUGA : Penggunaan Saklar Self Holding Pada PLC

3. Function Block Diagram
Pada pemrograman menggunakan Function Block Diagram memang tidak menggunakan bahasa pemrograman yang perlu dihafalkan, namun perlu logika yang matang untuk bisa merangkai sebuah sistem kendali. Sistem ini memiliki beberapa kelebihan, diantaranya yaitu mudah dalam memonitoring jalannya alur listrik.
Contoh dari rangkaian function block diagram menggunakan software zelio sebagai berikut :
Bahasa Pemrograman PLC
4. Structure Text
Pemrograman structure text biasanya menggunakan bahasa tingkat tinggi misalnya bahasa C, C++ atau bahasa pascal. Program menggunakan structure Text rata-rata lebih singkat daripda menggunakan jenis pemrograman lain, sehingga pengerjaannya pun lebih singkat.
Bahasa Pemrograman PLC
5. Sequential Function Chart
Dengan pemrograman ini kalian dapat mengetahui aliran arus program sehingga dengan mudah dipahami dan dimonitor.
Bahasa Pemrograman PLC

Itulah penjelasan yang dapat admin www.sekolahotomasi.com sampaikan, apabila ada yang salah mohon dikoreksi bersama-sama. Karena tak ada gading yang tak retak. Selalu kunjungi terus blog ini ya. Terima kasih

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Dalam Artikel

Iklan Dalam Artikel

Iklan Dalam Artikel

Iklan Link