Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Jenis Timer Yang Biasa Digunakan Pada PLC

Jenis Timer Yang Biasa Digunakan Pada PLC
Timer atau pewaktuan digunakan untuk pengendalian secara otomatis berdasarkan jeda waktu yang telah ditentukan. Kalau dalam penerapan sistem kendali berbasis relay penggunaan timer nya adalah Time Delay Relay (TDR) namun dalam PLC hanya menggunakan instruksi TIM. Keduanya memiliki fungsi yang sama namun lebih ringkas dan praktis menggunakan instruksi TIM pada PLC. Penentuan waktu penundaan dapat di set sesuai keinginan pembuat program. Prinsip kerja dari timer adalah fungsi timer akan mulai bekerja jika coil timer mendapatkan logika 1 dari sumber listrik. Kemudian timer akan menghitung set value yang telah ditentukan oleh pembuat program, dan setelah mencapai nilai set value yang ditentukan relay timer akan aktif. Relay timer akan kembali ke posisi semula apabila coil relay tidak teraliri listrik.
Macam-macam timer
Secara umum timer terdiri dari satu coil dan berbagai relay/saklar. Baik itu saklar Normally Open maupun Normally Close. Maka dapat kita asumsikan bahwa timer terdiri dari coil dan relay dengan tambahan pewaktu.
Jenis timer, yaitu :
1. On delay timer
Timer jenis ini akan mengaktifkan relay dari keadaan Normally Open ke Normally Close dengan perhitungan set value yang sudah ditetapkan. Jenis ini merupakan default timer pada awal mula dibuatnya. Untuk penerapannya pada ladder diagram adalah seperti berikut :

on delay timer
Pengaturan set value menggunakan kelipatan x10 (perkalian sepuluh). Jika ingin mengaturnya 5 detik maka kalian masukkan angka 50 pada bagian set valuenya.
2. Off delay timer
Timer jenis ini akan mengaktifkan relay dari keadaan Normally Close ke Normally Open dengan perhitungan set value yang sudah ditetapkan. Penerapannya biasanya adalah untuk menonaktifkan sistem dari keadaan ON menjadi OFF dengan rentang waktu yang di atur dengan set value. 

off delay timer
3. Pulse timer
Timer ini bekerja dengan memberikan pulse yang lebarnya tetap setiap kali input pemicu diaktifkan
4. Repeating / Cycle timer
Timer ini memberikan pulse berkelanjutan (clock) saat input pemicu diaktifkan.
Sifat dasar dari timer adalah akan aktif jika mendapatkan input yang aktif terus menerus. Jika input putus maka  timer akan reset.
Demikian artikel mengenai "Jenis Timer Yang Biasa Digunakan Pada PLC" semoga dapat membantu kalian memahami fungsi dan cara kerja timer pada PLC. Silahkan tinggalkan kritik dan saran yang membangun supaya blog ini menjadi semakin baik dan dapat digunakan sebagai media belajar bersama.

Post a Comment for "Jenis Timer Yang Biasa Digunakan Pada PLC"