Iklan Dalam Artikel

Menentukan Nilai Resistor Untuk Menghidupkan LED

Menentukan Nilai Resistor Untuk Menghidupkan LED

Ketika kita membuat rangkaian elektronika terkadang membutuhkan LED (Light Emitting Diode) yang digunakan sebagai lampu indikator. Indikator ini biasanya menunjukkan bahwa rangkaian yang kita buat dapat berjalan normal ketika dihubungkan ke sumber listrik.

LED dapat memancarkan cahaya jika dialiri oleh listrik DC dengan tegangan dan arus tertentu. Tidak semua tegangan dapat secara langsung dihubungkan ke LED. Jika tegangan dan arus yang dialirkan tidak sesuai maka LED akan terbakar karena LED memiliki tegangan maju (Forward Voltage) dan arus maju (Forward Current) yang rendah, maka perlu ditambahkan resistor pada rangkain yang terhubung ke LED.

Fungsi Resistor ini untuk membatasi arus yang masuk ke LED sehingga tegangan maju (Forward Voltage) dan arus maju (Forward Current) dari LED dapat terpenuhi.

Ada beberapa nilai arus maju maksimal (If max) untuk masing-masing warna LED, namun bagi Anda yang tidak mau repot memikirkan nilai arus maju maksimal (If max) dapat menggunakan patokan nilai 30mA, ini biasa admin gunakan untuk menghitung nilai arus maju maksimal pada LED warna Merah, Kuning, Hijau, dan Biru.

Jika anda ingin menghitung dan menghasilkan hasil yang presisi, sebaiknya anda mematuhi aturan nilai yang ada pada datasheet LED sesuai warnanya. Berikut ini admin www.sekolahotomasi.com berikan datasheet warna, arus maksimum, dan tegangan maksimum untuk menghitung nilai resistor yang digunakan.
Menentukan Nilai Resistor Untuk Menghidupkan LED

Keterangan :
If max = Forward Current Max / Arus Panjar Maju Maksimum
Vf = Forward Voltage / Tegangan Maju
Vf Max = Forward Voltage Max/ Tegangan Maju Maksimum
Vr Max = Voltage Reverse Max / Tegangan Panjar Balik Maksimum

$$\mathrm {R = \frac{V_S - V_L}{I}}$$
Keterangan :
R = Nilai resistor yang akan digunakan (Ohm)
Vs = Tegangan Sumber / Input (V)
VL = Tegangan LED (V)
I = Arus maju LED (A)

BACA JUGA : Menambahkan Library Arduino ke Aplikasi Proteus 8.6 Professional

Dalam perhitungan rumus diatas, nilai arus maju LED tidak boleh melebihi If Max pada tabel. Untuk lebih jelasnya silahkan Anda berlatih mengerjakan soal berikut ini :

Sebuah rangkaian yang terdiri dari sumber DC bertegangan 12 Volt dihubungkan dengan Resistor dan LED berwarna hijau (If = 25 mA). Tentukanlah besar nilai resistor yang digunakan supaya LED dapat menyala dengan aman.

Vf lihat pada datasheet warna LED diatas

Pembahasan :

$\mathrm {R = \frac{V_S - V_L}{I}}$

$\mathrm {R = \frac{12V - 2,2V}{0,025A}}$

$\mathrm {R = \frac{9,8V}{0,025A}}$

$\mathrm {R = 392 Ω}$

$\mathrm {R ≈ 430 Ω}$

Dari pembahasan soal diatas, dapat kita simpulkan bahwa untuk membuat rangkaian yang terdiri dari sumber DC 5 Volt dan LED berwarna hijau diperlukan sebuah resistor bernilai 430 Ω untuk mengamankan LED nya supaya dapat menyala dengan aman.

Kenapa tidak menggunakan resistor bernilai 392 Ω ?

Nilai resistor yang beredar di pasaran tidak ada yang bernilai 392 Ω, oleh karena itu kita dapat menggunakan nilai resistor yang berada diatasnya yaitu 430 Ω.

Catatan :
- Pastikan Arus LED yang ditentukan dibawah arus maksimum yang di izinkan Jika tidak ada resistor yang sama dengan nilai kalkulasi maka gunakan nilai resistor yang lebih besar, jadi arus yang mengalir akan sedikit berkurang pada LED.

- Untuk pemilihan intensitas LED, pada datasheet biasanya dicantumkan grafik hubungan Arus dan Intensitas, maka pemilihan arus bisa mengacu pada grafik tsb.

- Untuk Tegangan bias maju LED biasanya juga tergantung warna LED, juga tercantum pada datasheet.
Semoga informasi yang admin www.sekolahotomasi.com sampaikan dapat bermanfaat untuk para pembaca blog ini. Apabila terdapat kesalahan mohon bantuannya untuk dikoreksi dan dilaporkan ke admin.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Dalam Artikel

Iklan Dalam Artikel

Iklan Dalam Artikel

Iklan Link