Siklus Kompresi Uap pada Sistem Refrigerasi #2 - Dunia Elektro
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Siklus Kompresi Uap pada Sistem Refrigerasi #2

Siklus Kompresi Uap pada Sistem Refrigeras
Analisis siklus kompresi yang ada pada proses pendinginan untuk mengetahui perubahan apa saja yang terjadi pada setiap tahapan. Siklus yang banyak dipakai dalam proses pendinginan adalah siklus carnot. Carnot merupakan nama asli dari Nicolas Leonard Sadi Carnot seorang ilmuwan kebangsaan Perancis yang berhasil menemukan dan mendefinisikan hukum termodinamika dengan menciptakan mesin carnot yang dapat mengubah energi panas atau dingin ke dalam bentuk energi lain. Pada siklus refrigerasi carnot, energi dari suhu rendah dimasukkan ke dalam suhu tinggi.
1. Siklus Kompresi Uap Standar
Berikut ini adalah gambar siklus kompresi uap standar yang merupakan perbandingan dari tekanan atau kompresi dengan entalpi.
Siklus Kompresi Uap pada Sistem Refrigeras
A. Kompresor pekerja menekan refrigerant dengan hasil tekan kilojoule per kg (kj/kg). Pada proses nomor satu ke nomor dua terjadi perubahan entalpi dari gas bertekanan rendah menjadi gas bertekanan tinggi.
B. Pada proses nomor 2 ke proses nomor 3, terjadi perubahan wujud gas menjadi cair atau embun bertekanan tinggi. Pada proses ini kalor dibuang ke lingkungan luar.
C. Kemudian setelah menjadi cair atau embun. Pada proses nomor 3 ke nomor 4, refrigerant diubah dari gas bertekanan tinggi ke tekanan rendah. Setelah melewati ekspansi wujud refrigerant masih berwujud cair.
D. Sedangkan pada proses nomor 4 ke nomor satu, terjadi penyerapan kalor di dalam sistem. 
2. Sistem Refrigerasi Menggunakan Penukar Kalor
Siklus Kompresi Uap pada Sistem Refrigeras
Sistem refrigerasi kompresi uap menggunakan penukar kalor memiliki kelebihan dibandingkan sistem refrigerasi uap standar, dengan hasil pendinginan yang lebih baik dari sistem refrigerasi uap standar. Sistem refrigerasi menggunakan penukar kalor juga memiliki kelemahan yaitu pada bagian kompresi harus bekerja lebih keras untuk menghasilkan gas yang masuk ke kondensor supaya menghasilkan refrigerant dingin lebih banyak. 
3. Sistem Refrigerasi Kompresi Uap Nyata
Siklus Kompresi Uap pada Sistem Refrigeras
Dibandingkan dengan sistem referigerasi kompresi uap standar, sistem referigerasi kompresi uap nyata mengalami pengurangan dalam hal efisiensi. Pada kompresi wap nyata terjadi adanya gesekan refrigerant yang menyebabkan terjadinya penurunan tekanan pada condensor dan evaporator. Sehingga membutuhkan lebih banyak energi yang digunakan, dibandingkan dengan sistem kompresi uap standar. 

Demikian materi ini mengenai "Siklus Kompresi Uap pada Sistem Refrigerasi atau Sistem Pendingin", semoga informasi yang admin www.sekolahotomasi.com berikan, mudah dipahami dan dapat bermanfaat. Silahkan tinggalkan kritik dan saran yang membangun supaya blog ini menjadi lebih baik dan dapat dijadikan sebagai sarana pertukaran informasi dan media belajar bersama.

Post a Comment for "Siklus Kompresi Uap pada Sistem Refrigerasi #2"