Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pencegahan dan Pengendalian Bahaya di Tempat Kerja

Pencegahan dan Pengendalian Bahaya di Tempat Kerja
Angka kecelakaan kerja di Indonesia masih terbilang tinggi, berdasarkan laporan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan pada tahun 2015 telah terjadi angka kecelakaan kerja yang mencapai 105.182 kasus. Selain itu, untuk kasus kecelakaan kerja yang mengakibatkan kematian tercatat mencapai angka 2.375 kasus dari total jumlah kecelakaan kerja. Kasus kecelakaan kerja dari tahun ke tahun mengalami peningkatan sekitar 5%. Penyebab utama besarnya nilai angka kecelakaan kerja adalah rendahnya kesadaran akan pentingnya penerapan K3 dalam lingkungan industri dan masyarakat.
Banyak orang menganggap bahwa penerapan K3 bukan sebagai investasi namun dianggap sebagai beban yang menambah anggaran beban biaya yang terbuang. Anggapan ini yang menyumbang angka kecelakaan kerja bertambah banyak. Oleh karena itu, perlu adanya pencegahan dan pengendalian jumlah angka kecelakaan kerja di Indonesia.

1. Prinsip-prinsip dan pengendalian bahaya di tempat kerja
Ada beberapa prinsip yang dapat kita gunakan untuk mencegah meningkatnya angka kecelakaan kerja diantaranya: antisipasi, identifikasi, penilaian dan evaluasi, serta pengendalian.

2. Penyebab terjadinya Cedera dan Kecelakaan di tempat kerja
Penyebab utama terjadi kecelakaan kerja adalah
a. minimnya kesadaran akan pentingnya keselamatan kerja, kita harus membudayakan kerja dengan aman supaya tidak terjadi kecelakaan kerja yang dapat membahayakan nyawa kita.
b. kualitas sumber daya manusia (SDM) yang masih rendah juga menambah angka kecelakaan kerja.
c. Rendahnya instruksi dan pengawasan dari pihak perusahaan atau pemilik usaha.

3. Jenis Bahaya di Lingkungan Kerja
Ada berbagai macam jenis kecelakaan kerja, mulai dari yang kasat mata sampai yang terlihat jelas oleh mata kita. Adapun jenis bahaya di tempat kerja antara lain sebagai berikut:
a. Bahaya Radiasi, bahaya ini tidak dapat terlihat oleh mata manusia. Contoh radiasinya antara lain adalah sinar ultraviolet, sinar X, sinar gamma, sinar inframerah dan gelombang microwave.
b. Bahaya Kimia, Contohnya gas, debu, uap, dan cairan.
c. Bahaya Ergonomik, adalah bahaya yang diakibatkan oleh kesalahan bentuk peralatan kerja sehingga membuat pekerja harus mengikuti benda kerja tersebut, contohnya penjahit yang duduk dikursi yang lebih tinggi dari meja kerja, sehingga penjahit harus membungkuk terus, sehingga menyebabkan cidera pada punggung.
d. Bahaya Psikologi, bahaya psikologi berkaitan dengan psikologi pekerja. Contohnya yaitu beban kerja yang tidak seimbang antar karyawan, tekanan kerja yang berlebihan dari atasan.
e. Bahaya Biologis, bahaya biologis diakibatkan karena adanya mahluk hidup parasit yang menyerang tubuh pekerja seperti bakteroiv,virus, dan penyakit lainnya.
f. Bahaya Fisik, bahaya ini berkaitan dengan benda atau bahan yang menyebabkan tubuh pekerja mengalami cidera fisik, contonya yaitu sengatan listrik, percikan serpih gerinda, panas peleburan, dan lain-lain.

Antisipasi
Cara paling bagus untuk mengurangi korban kecelakaan kerja adalah dengan melakukan antisipasi akan segala jenis kemungkinan yang menyebabkan kecelakaan kerja. Jika semua sudah diantisipasi sedini mungkin, pastinya resiko kecelakaan kerja akan berkurang, jikapun ada pastinya lebih sedikit daripada tanpa menerapkan antisipasi.

Demikian informasi yang dapat admin www.sekolahotomasi.com sampaikan, semoga dapat menambah pengetahuan Anda semua.

Post a Comment for "Pencegahan dan Pengendalian Bahaya di Tempat Kerja"